IAIN Pontianak Gelar Wisuda XXIII, 580 Lulusan Resmi Diwisuda
PONTIANAK, TERASKALBAR.COM — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menggelar Wisuda XXIII di Hotel Novotel Pontianak, Kamis (17/9/2026). Sebanyak 580 lulusan resmi diwisuda setelah menyelesaikan pendidikan pada berbagai program studi.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan. Para wisudawan hadir bersama orang tua dan keluarga yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mereka.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan. Kehadiran orang nomor satu di Kalimantan Barat itu menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi Islam di daerah.
Dalam sambutannya, H. Ria Norsan menyampaikan kesiapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mendukung proses transformasi IAIN Pontianak menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).
Menurutnya, transformasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan pendidikan tinggi Islam sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan keilmuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat.
Ingat Jasa Orang Tua
Selain menyampaikan dukungan terhadap transformasi kelembagaan IAIN Pontianak, Gubernur Kalbar juga memberikan pesan kepada para wisudawan agar tidak melupakan jasa orang tua setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan mahasiswa hingga mencapai tahap wisuda tidak terlepas dari doa, dukungan, pengorbanan, dan perjuangan orang tua.
“Jangan pernah melupakan jasa orang tua. Mereka telah memberikan doa, dukungan dan pengorbanan hingga kalian bisa sampai pada tahap ini,” pesan H. Ria Norsan.
Ia juga mengingatkan para lulusan untuk menghargai dan tidak melupakan jasa para dosen yang telah membimbing mereka selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Menurutnya, dosen memiliki peran penting dalam perjalanan akademik mahasiswa melalui ilmu, bimbingan, serta pendidikan yang diberikan selama berada di kampus.
Ijazah Bukan Akhir Perjalanan
Sementara itu, Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, S.Ag., M.Ag., berpesan kepada para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah.
Ia menegaskan bahwa ijazah bukanlah akhir dari proses pendidikan. Ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah harus terus dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan berpuas diri hanya dengan ijazah. Ilmu yang telah dipelajari di kampus harus terus dikembangkan dan diimplementasikan dalam kehidupan,” pesan Prof. Wajidi.
Ia mendorong para lulusan untuk terus meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, dan mengembangkan potensi diri agar mampu menghadapi berbagai tantangan setelah meninggalkan bangku kuliah.
Wisuda XXIII IAIN Pontianak menjadi momentum penting bagi 580 lulusan untuk memulai perjalanan baru. Bekal ilmu dan pengalaman selama menempuh pendidikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di tengah dukungan pemerintah daerah dan sivitas akademika, pengembangan IAIN Pontianak diharapkan terus berjalan, termasuk proses transformasi menuju Universitas Islam Negeri (UIN).
Bagi para wisudawan, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal untuk mengamalkan ilmu, mengembangkan diri, menghargai jasa orang tua dan dosen, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
Pewarta : Sufyan Tsauri / Editor : MAR

