Rapimnas FKDT 2025, Bahas Perubahan Juknis Porsadinnas,

Saat Ketua Umum FKDT Memberikan Arahan di Acara Rapimnas.
TERASKALBAR.COM – Perubahan petunjuk teknis (Juknis) Pekan Olahraga dan Seni antar Diniyah Nasional (Porsadinnas) 2024 dibahas di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang digelar di Hotel Bidakara Jakarta. 18 Juli 2025.
Pembahasan berlangsung sangat dinamis dan penuh perdebatan. Para pengurus FKDT dari berbagai provinsi datang dengan semangat tinggi, membawa aspirasi daerah masing-masing demi merumuskan cabang lomba yang relevan, adil, dan berkualitas dalam ajang Porsadinnas yang dinanti para santri se-Indonesia.
Pada awal pembahasan, tercatat 13 cabang lomba yang diusulkan. Bidang keagamaan diisi oleh Tahfidz Juz ‘Amma, Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) kitab Safinatun Naja, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Murottal wal Imla’, Kaligrafi, serta lomba puisi islami. Tak kalah menarik, ada pula lomba Pidato Bahasa Indonesia dan Pidato Bahasa Arab yang mengasah kemampuan komunikasi para santri. Untuk cabang akademik dan pengetahuan diniyah, Cerdas Cermat Diniyah tetap menjadi andalan. Sementara itu, cabang olahraga terdiri dari lari sprint 100 meter, bulu tangkis (single dan double), tenis meja (single dan double), serta catur cepat.
Namun dalam diskusi yang alot, akhirnya diputuskan beberapa cabang olahraga harus dieliminasi karena alasan teknis dan efisiensi pelaksanaan. Cabang catur cepat, bulu tangkis ganda, serta tenis meja ganda resmi ditiadakan. Sebagai bentuk penyegaran dan menambah semarak nuansa religius, disepakati pula penambahan cabang lomba seni berupa kasidah salawat untuk putra dan putri, yang diharapkan mampu menumbuhkan semangat cinta Rasulullah SAW di kalangan santri.
Selain perubahan pada cabang lomba, hal krusial yang turut disepakati adalah batas usia peserta. Jika pada Porsadinnas 2024 usia maksimal peserta adalah 14 tahun, maka untuk Porsadin ke-7 tahun 2026 akan diturunkan menjadi 13 tahun. Kebijakan ini dianggap lebih sejalan dengan jenjang pendidikan diniyah serta memberikan ruang regenerasi yang sehat dan berkesinambungan.
“FKDT tidak hanya mengadakan lomba, tetapi membangun peradaban santri yang kuat, cerdas, dan berkarakter. Setiap keputusan yang kami ambil harus mencerminkan keberpihakan pada masa depan pendidikan diniyah,” ujar Firdaus Gani, Ketua DPW FKDT Sumatera Barat yang juga tengah menyelesaikan studi doktoralnya di UMSumbar.
Rapat ini menjadi cermin komitmen bersama seluruh pengurus FKDT untuk terus memperkuat eksistensi MDT melalui event nasional yang bukan hanya menampilkan kompetisi, tapi juga ukhuwah, kreativitas, dan semangat keislaman generasi muda. (Menurut keterangan Firdaus Gani Ketua FKDT Sumatra Barat)
#timliputanteraskalbar.com #rapimnas #FKDT #Tahun2025 #Porsadinnas #Jakarta

