Tali Layangan Nyaris Renggut Nyawa Pengendara di Jalan Sultan Hamid II, GP Ansor Pontianak Timur Desak Pemkot Bertindak Tegas
PONTIANAK, TERASKALBAR.COM – Ancaman tali layangan di jalan raya kembali memakan perhatian publik. Kali ini, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Pontianak Timur, Mustakim Lespatih, nyaris menjadi korban setelah lehernya tersangkut tali layangan saat melintas di Jalan Sultan Hamid II, Kamis (6/8/2026).
Peristiwa itu terjadi ketika Mustakim mengendarai sepeda motor seperti biasa. Tanpa diduga, seutas tali layangan yang diduga berasal dari layangan putus melintang di badan jalan dan mengenai lehernya. Beruntung, ia masih mampu mengendalikan kendaraannya sehingga terhindar dari kecelakaan yang bisa berakibat fatal.
“Alhamdulillah saya masih diberi keselamatan. Kalau saat itu saya melaju lebih kencang atau kehilangan kendali, mungkin ceritanya akan berbeda. Ini bukan persoalan sepele, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan,” ujar Mustakim.
Menurutnya, maraknya aktivitas bermain layangan di kawasan perkotaan, khususnya di sekitar jalan-jalan utama, sudah sangat meresahkan. Ia menilai kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena berpotensi merenggut nyawa masyarakat yang melintas.
Mustakim mendesak Pemerintah Kota Pontianak bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait segera melakukan penertiban secara menyeluruh terhadap aktivitas bermain layangan di lokasi yang membahayakan pengguna jalan. Selain penertiban, ia juga meminta adanya sosialisasi dan edukasi yang masif kepada masyarakat mengenai risiko yang ditimbulkan.
“Tidak perlu menunggu ada korban jiwa baru bertindak. Pencegahan harus dilakukan sekarang. Keselamatan masyarakat jauh lebih penting daripada membiarkan aktivitas yang jelas-jelas membahayakan,” tegasnya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain layangan. Menurutnya, layangan tetap dapat menjadi permainan yang menyenangkan apabila dilakukan di tempat yang aman, jauh dari jalan raya, jaringan listrik, dan kawasan padat aktivitas masyarakat.
Mustakim berharap kejadian yang dialaminya menjadi peringatan bagi semua pihak agar lebih peduli terhadap keselamatan bersama.
“Jangan sampai hobi bermain layangan berubah menjadi petaka. Keselamatan pengguna jalan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
(Redaksi Teraskalbar.com)

