Butuh Bantuan, Balita Asal Kubu Raya Alami Jantung Bocor Kini Dirujuk Ke RS. Harapan Kita Jakarta
teraskalbar.com – Malang betul nasib Muhammad Zafir Al Fathan, seorang bayi laki-laki yang baru berusia 8 bulan penderita penyakit jantung bawaan atau dalam medis disebut TGA – PDA – VSD (Saluran fungsi jantung / pembuluh darah di jantung tertukar sehingga alami kebocoran sekat jantung, red).
Muhammad Zafir Al Fathan merupakan anak kedua dari pasangan Ahmad Sahal dan Muti’atul Rahmaniyah. Keluarga kurang mampu ini berasal dari Gang Mandiri, Desa Rengas Kapuas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat.
Sejak 28 februari 2026 lalu, Muhammad Zafir Al Fathan dirawat di RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. Namun akibat keterbatasan ekonomi keluarga, balita itu belum bisa dioperasi.
Ekspresi sedih tidak bisa disembunyikan dari wajah Ahmad Sahal saat berbincang dengan media ini, Selasa (21/4). Lelaki murah senyum itu tidak tega melihat anaknya yang baru berumur delapan bulan menahan sakit akibat kesulitan bernafas.
Ahmad Sahal menuturkan, sejak divonis alami penyakit jantung bawaan (PJB) oleh rumah sakit Dr. Soedarso Pontianak, atau tepatnya 10 hari pasca kelahiran anak keduanya itu, ia dan keluarga cuma bisa termangu.
Keluarga kurang mampu yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas itu tak bisa membayangkan berapa biaya yang harus mereka keluarkan untuk kesembuhan buah hatinya. Bahkan saat dokter mengeluarkan surat rujukan ke RS Harapan Kita di Jakarta, Ahmad Sahal tak sempat mengelap air matanya.
“Kalau malam dia nangis terus, mungkin karena sakit. Saya tidak tega melihatnya. Hingga akhirnya kami menggadaikan sepeda motor untuk bekal berangkat ke Jakarta,” ucapnya.
Ya, pasangan asal kubu raya itu menggadaikan satu-satunya sepeda motor mereka sebesar Rp.5.000.000 untuk modal berangkat ke Jakarta sejak 28 februari 2026 lalu. Dan hingga kini mereka berada di RS Harapan Kita Jakarta menunggu jadwal operasi Muhammad Zafir Al Fathan.
“Anak kami termasuk pasien BPJS PBI, jadi Selama perawatan disini, ditanggung pihak BPJS. Tapi ada beberapa Alat Kesehatan (ALKES) untuk tindakan operasinya yang tidak ditanggung BPJS, seperti GAS NO, CELL SAVER, HFO, dari tiga Alkes ini membutuhkan biaya sekitar empat puluh juta rupiah ( Rp. 40.000.000).
Untungnya tempat tinggal dan biaya hidup selama perawatan di Jakarta difasilitasi oleh Rumah Singgah RMHC Jl. H. Saili No. 47 Rt. 005/005 Kemanggisan, Jakarta Barat, dan ini sangat membantu meringankan beban kami.”ungkap Ahmad Sahal.
Harapan dan doa demi kesembuhan sang buah hati selalu diucapkan dari ayah dua anak itu. Sesekali ia membelai dan mencium kening putranya.
Untuk diketahui, Jika anda mengalami penyakit jantung bawaan, (Diluar Peserta BPJS) Anda harus mengeluarkan uang sekitar 100-300 juta, menurut Pusat Jantung Nasional Harapan Kita. Besarnya biaya sesuai dengan fasilitas, seberapa banyak penggantian pembuluh arteri, biaya tenaga medis yang, serta penggunaan alat teknologi.
Biaya tersebut hanya mencakup tindakan operasinya saja, belum perawatan lainnya. Pasien juga harus menjalani rawat inap, baik itu sebelum operasi dan setelah operasi.
Mahalnya biaya operasi jantung karena pengaruh berbagai faktor, seperti membutuhkan teknologi yang canggih serta ahli medis yang profesional. (teraskalbar.com)

